“ Menikahlah Kalian dengan orang yang kalian cintai “

Zainab dan zaid bin Hatisah dimana ketika Rasuslullah SAW datang kepada Zaid kemudian beliau menyatakan akan meminang Zainab untuk zaid maka zaid berkata kepada Rasulullah SAW “ Ya Rasulullah apakah saya pantas berdampingan dengan zainab “ Zaid menyadari benar siapa dirinya yag hanya budak hitam walaupun kini telah menjadi anak angkat Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW datang kepada Zainab untuk meminangnya buat zaid, maka jawaban Zainab adalah “ Ya Rasulullah, tegakah engkau menikahkan aku yang bangsawan ini dengan zaid yang budak itu “. Rasulullah teperanjat dengan perkataan Zainab ini, Rasulullah bingung hingga akhirnya turunya ayat agar zainab mau menerima pinangan Rasuullah SAW ini. Menikahlah Zainab dan zaid, tetapi oleh karena Zainab tidak mencintai Zaid yang terjadi adalah Zainab mendiamkan Zaid suaminya yang sah itu, zainab hanya diam membisu pada malam pertama, tidak tersenyum sedikitpun pada zaid. Demikian juga pada malam berikut-berikutnya hingga 1 bulan sudah berlalu zaid tidak tahan dengan sikap zainab ini dan mengadukannya kepada Rasulullah SAW. Zaid minta di ceraikan saja tetapi Rasulullah SAW menasehati zaid agar mempertahankan keluarganya, Zaid kembali kepada zainab atas titah rasulullah SAW, namun yang terjadi Zainab semakin menjadi-jadi, zainab bukan hanya tidak mau tersenyum pada zaid bahkan memandang zaid suaminyapun tidak mau, hati zaid terasa tersayat-sayat betapa pedihnya jadi suami yang tidak di cintai. Akhirnya hari itu pun sampailah, dimana zaid bersungguh-sungguh minta di ceraikan dari zainab. Rasulullahpun menceraikan keduanya dan kini zainab menjadi janda kembang. Sahabat menyarankan agar rasulullah saja yang menikahi zainab. Tepi rasulullah SAW menolaknya dengan alas an tidak etis seorang ayah menikahi mantan istri anaknya. Tetapi berbeda dengan ALLAH Swt yang pada akhirnya menurunkan sebuah ayat yang memerintahkan kepada Rasulullah menikahi zainab dan menerangkan bahwa zaid itu bukan anak raulullah SAW serta tidak ada salah nya seoarang ayah menikahi mantan istri anak angkatnya.
Menikahlah Rasulullah SAW dengan Zainab r.a. terlihat senyum bahagia dan wajah merona di pipi zainab yang kini berstatus istri Nabi. Pada malam pertama zainab berkata kepada Rasulullah SAW “ Ya Rasululah, sebelum aku engkau nikahkan dengan zaid sesungguhnya hatiku telah kuserahkan untukmu “

Cinta memiliki peranan penting dlm pernikahan, dan Rasulullah SAW jg bersabda :
“ Menikahlah Kalian dengan orang yang kalian cintai “ menikahi seseorang bukan karena pasangan kita seorang ustad/ustadzah, seorang akhwat/ ikhwan, seorang guru, atau karena kemapanan, karena kedudukan, karena kecerdasan dsb.
Tapi menikah dengan org yg kita cintai adalah lebih baik. Karena kita ingin bahagia dengan pilihan kita.
Karena KETIKA KITA BAHAGIA, APAPUN ALASANNYA JADI TIDAK PENTING.

To : semua tmn2 yg blum nikah/akan nikah.
Note : buat yg udah nikah… ga ada kata terlambat untuk CERAI!!! :D

Leave a Reply