Archive for November, 2005

“ Menikahlah Kalian dengan orang yang kalian cintai “

Sunday, November 20th, 2005

Zainab dan zaid bin Hatisah dimana ketika Rasuslullah SAW datang kepada Zaid kemudian beliau menyatakan akan meminang Zainab untuk zaid maka zaid berkata kepada Rasulullah SAW “ Ya Rasulullah apakah saya pantas berdampingan dengan zainab “ Zaid menyadari benar siapa dirinya yag hanya budak hitam walaupun kini telah menjadi anak angkat Rasulullah SAW, kemudian Rasulullah SAW datang kepada Zainab untuk meminangnya buat zaid, maka jawaban Zainab adalah “ Ya Rasulullah, tegakah engkau menikahkan aku yang bangsawan ini dengan zaid yang budak itu “. Rasulullah teperanjat dengan perkataan Zainab ini, Rasulullah bingung hingga akhirnya turunya ayat agar zainab mau menerima pinangan Rasuullah SAW ini. Menikahlah Zainab dan zaid, tetapi oleh karena Zainab tidak mencintai Zaid yang terjadi adalah Zainab mendiamkan Zaid suaminya yang sah itu, zainab hanya diam membisu pada malam pertama, tidak tersenyum sedikitpun pada zaid. Demikian juga pada malam berikut-berikutnya hingga 1 bulan sudah berlalu zaid tidak tahan dengan sikap zainab ini dan mengadukannya kepada Rasulullah SAW. Zaid minta di ceraikan saja tetapi Rasulullah SAW menasehati zaid agar mempertahankan keluarganya, Zaid kembali kepada zainab atas titah rasulullah SAW, namun yang terjadi Zainab semakin menjadi-jadi, zainab bukan hanya tidak mau tersenyum pada zaid bahkan memandang zaid suaminyapun tidak mau, hati zaid terasa tersayat-sayat betapa pedihnya jadi suami yang tidak di cintai. Akhirnya hari itu pun sampailah, dimana zaid bersungguh-sungguh minta di ceraikan dari zainab. Rasulullahpun menceraikan keduanya dan kini zainab menjadi janda kembang. Sahabat menyarankan agar rasulullah saja yang menikahi zainab. Tepi rasulullah SAW menolaknya dengan alas an tidak etis seorang ayah menikahi mantan istri anaknya. Tetapi berbeda dengan ALLAH Swt yang pada akhirnya menurunkan sebuah ayat yang memerintahkan kepada Rasulullah menikahi zainab dan menerangkan bahwa zaid itu bukan anak raulullah SAW serta tidak ada salah nya seoarang ayah menikahi mantan istri anak angkatnya.
Menikahlah Rasulullah SAW dengan Zainab r.a. terlihat senyum bahagia dan wajah merona di pipi zainab yang kini berstatus istri Nabi. Pada malam pertama zainab berkata kepada Rasulullah SAW “ Ya Rasululah, sebelum aku engkau nikahkan dengan zaid sesungguhnya hatiku telah kuserahkan untukmu “

Cinta memiliki peranan penting dlm pernikahan, dan Rasulullah SAW jg bersabda :
“ Menikahlah Kalian dengan orang yang kalian cintai “ menikahi seseorang bukan karena pasangan kita seorang ustad/ustadzah, seorang akhwat/ ikhwan, seorang guru, atau karena kemapanan, karena kedudukan, karena kecerdasan dsb.
Tapi menikah dengan org yg kita cintai adalah lebih baik. Karena kita ingin bahagia dengan pilihan kita.
Karena KETIKA KITA BAHAGIA, APAPUN ALASANNYA JADI TIDAK PENTING.

To : semua tmn2 yg blum nikah/akan nikah.
Note : buat yg udah nikah… ga ada kata terlambat untuk CERAI!!! :D

Belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

Tuesday, November 8th, 2005

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai, Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat, Itulah kesempatan. Ketika kita bertemu dengan seseorang yang membuatmu tertarik, Itu bukan pilihan, itu kesempatan. Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah pilihan, Itupun adaah kesempatan.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, Bahkan dengan segala kekurangannya, Itu bukan kesempatan, itu adalah pilihan. Ketika kita memilih bersama dengan seseorang walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah pilihan. Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih banyak orang lain Yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasanganmu Dan tetap memilih untuk mencintainya, Itulah pilihan.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik, Datang bagai kesempatan pada kita. Tetapi cinta sejati yang abadi adalah pilihan. Pilihan yang kita lakukan. Berbicara tentang pasangan jiwa, Adasuatu kutipan dari film yang Mungkin sangat tepat : “Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap bergantung pada kita bagaimana membuat semuanya berhasil” Pasangan jiwa bisa benar-benar ada. Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang Yang diciptakan hanya untukmu. Tetapi tetap berpulang padamu Untuk melakukan pilihan apakah engkau ingin Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau tidak… Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, Adalah pilihan yang harus kita lakukan. Kita ada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang sempurna untuk dicintai TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak sempurna dengan cara yang sempurna.

By : Unkown