Archive for September, 2005

Refleksi Mencintai Perempuan….

Saturday, September 24th, 2005

Subhanallah… ternyata mencintai perempuan itu suci dan agung.
Sachiko Murata mengatakan bahwa menyaksikan atau merenungkan Tuhan dalam diri wanita merupakan jenis kesaksian paling sempurna yang diberikan kepada manusia.[1] Bagaimana kita tidak mencintai perempuan, kalau manusia termulia pun begitu mencintai perempuan. Dalam sebuah hadis, rasulullah Muhammad Saw berkata, “Tiga hal dari dunia ini dibuat memikat padaku: kaum wanita, parfum dan kesejukan mataku ketika shalat.”

Menurut Sachiko, cinta yang dirasakan Nabi terhadap kaum wanita adalah wajib bagi semua pria sebab nabi adalah contoh kesempurnaan yang harus ditiru. Seperti kita tahu, Nabi takkan melakukan suatu perbuatan yang dapat menjauhkan dirinya dari Allah. Karena itulah perempuan dibuat memikat bagi Nabi. Kecintaan pada perempuan itu Ilahiah, karena perbuatan ini adalah warisan Nabi dan kecintaan Ilahi.

Seorang pencari tuhan, untuk dapat menyingkap makna kedekatan dengan Tuhan harus melalui jalan ini, mencintai perempuan. Tanpa ini, perjalanan pencari tuhan akan menemui titik buntu. Di sini berarti, para wanita membantu para pencari Tuhan untuk memahami hakikat penyingkapan.

Tentu saja, pernikahan menjadi sunah dalam perjalanan setiap hamba-Nya. dalam keindahan perkawinan, manusia dikuasai oleh kekuatan akan kesenangan, dan dengan jalan itu dapat mecicipi kebahagiaan dari hubungan surgawi dengan Tuhan. Kesenangan ini mewujudkan kekuatan Tuhan (qahr), yang biasanya disejajarkan dengan kelembutan-Nya (luthf). Hubungan antara keduanya adalah hubungan antara kebesaran dan keindahan, kemurkaan dan belas kasih. Sebagaimana Islam yang menuntut kepasrahan kepada Tuhan sebagai syarat kesempurnaan seorang manusia, maka, dalam perkawinan, penyerahan diri total pada kekuatan tidak menuntut pada pemisahan dan kemurkaan, melainkan pada kegembiraan yang tiada tara.

Walau begitu, ada juga orang-orang yang menganggap perkawinan adalah nafsu hewani. Berkebalikan dengan para kekasih allah, yang memandang perkawinan sebagai suatu yang terpuji dan sangat surgawi.

Dalam Islam, hubungan seksual adalah salah satu bentuk kesenangan terbesar di surga. Para Nabi Saw dan kekasih Tuhan telah mengalami kesenangan surgawi ini di kehidupan dunia. Perkawinan manusia di dunia adalah cetak biru perkawinan orang-orang saleh di surga. Bahkan, melahirkan anak-anak dalam aktivitas seksual bukan tujuan utama. Tujuan utama dari aktivitas seksual adalah kesenangan, jika kebetulan anak-anak dilahirkan sebagai akibatnya, tidak menjadi masalah.

So, mengapa kita bisa mencintai perempuan? Ibn Al-‘Arabi mengatakan bahwa kaum wanita adalah bagian dari Rasul, yang paling sempurna di antara semua pria. Maka, “Kaum wanita dibuat memikat baginya –maka dia merindukan mereka—hanya karena keseluruhan merindukan bagian-bagiannya.”

Bagi Ibn Al-‘Arabi, kerinduan pria kepada wanita merupakan cermin kerinduan Tuhan kepada manusia. Akar kerinduan Ilahi kepada manusia terdapat dalam firman-Nya, “Aku tiupkan ke dalam dirinya ruh-Ku sendiri.” (QS 15: 29). Dalam kenyataan, Allah merindukan diri-Nya sendiri dalam diri manusia.

Pada hakikatnya, wanita terwujud dari pria, maka dia seperti menjadi bagian darinya. Wanita terpisah dan terwujud dalam bentuk feminim. Maka, kerinduan Nabi kepada mereka merupakan jenis kerinduan dari keseluruhan kepada bagiannya.

Sampai di titik ini, aku merenungkan tentang dua kutub penafsiran cinta yang menurutku salah kaprah. Pertama, golongan yang sangat protektif terhadap rasa cinta. Golongan ini bahkan menabukan pengikutnya untuk jatuh cinta. Dan yang Kedua, golongan yang sangat bebas dan sangat hewani dalam menyalurkan rasa cinta ini. Menurutku, Kedua-duanya tidak tepat.

Kita harus mampu menempatkan rasa cinta dan rindu ini dalam proporsi yang diharapkan oleh Allah. Jangan membuat patokan sendiri. Karena, formasi ini demi keseimbangan jalinan cinta yang sangat Robbaniah tersebut. Kalau digambarkan, jalinan cinta itu membentuk segitiga tiga cinta, masing-masing sudut menunjukkan hubungan yang tak dapat dipisah-pisahkan antara Allah, Pria, dan Wanita.

Allah Swt adalah eksistensi cinta tertinggi. Kemudian, allah menciptakan Adam dari ruh-Nya yang ditiupkan. Adam adalah bagian yang merindukan keseluruhan (Allah Swt). Kemudian, Allah Swt menciptakan Hawa sebagai bagian dari Adam. Maka, hawa pun merindukan Adam sebagai bagian merindukan keseluruhan. Adam merindukan Hawa sebagaimana keseluruhan merindukan bagian. Wanita menjadi manifestasi Allah Swt yang akan membawa kesempurnaan pengenalan pada Allah Swt jika keduanya bersatu.

Itulah sepotong pengungkapan risalah cinta dan rindu. Semoga kau dapat menangkap makna ini. Jazakillah jika mau merenungkannya. Maka, sejak awal aku katakan bahwa mencintai adalah aktivitas Rabbaniyah para Nabi Saw dan orang-orang saleh. Mengikuti jalan ini adalah sesuatu yang wajib bagi setiap insan. Semoga kita dapat memahami hal ini. Dan semoga, kita juga dijaga Allah Swt dari tipu daya syaitan yang terkutuk. Wallahua’lam

Tulisan ini saya kutip dari tausiah Assyrkhan, yg sumbernya dari Sachiko Murata.

Merinding bacanya….!!!

Saturday, September 24th, 2005

Di kota Isakandariyah, seorang gadis dengan pakaian tipis dan ketat menaiki sebuah angkutan umum, dengan tenangnya ia duduk di dekat pintu tanpa ada perasaan malu atau risih sedikitpun, bahkan ia pun membiarkan semua pandangan tertuju kepadanya.

Di belakang gadis itu, nampak seorang lelaki yang cukup tua, karena merasa risih dengan pemandangan di depannya, ia berusaha menegur dengan tutur kata yang lembut, sopan dan penuh ke bapakan, “Wahai anakku, alangkah baiknya jika engkau menutupi badanmu dengan pakaian yang lebih baik, pakaianmu yang seperti ini hanya akan memancing srigala-srigala jahat dalam bentuk manusia, disamping itu juga membuat malu dan menimbulkan fitnah.

Akan tetapi, dengan muka memerah, gadis itu malah berkata: “Apa urusan kamu, apakah engkau akan masuk kuburku bersamaku, apakah engkau mempunyai kekuasaan memasukkanku ke dalam surga atau neraka? Dan begitulah, gadis itu terus menerus mengumpat yang membuat bapak itu terkejut dan merinding mendengarnya. Hingga pada akhirnya dengan nada mengejek dan penuh keberanian gadis itu berkata pada sang bapak : “Ini handphone-ku, ambil dan hubungi Allah agar menyiapkan untukku sebuah kamar di neraka jahannam”, setelah berkata demikian ia tertawa dan menyombongkan diri.

Ketika mendengar kata-kata yang demikian merindinglah bapak itu dan tidak lagi meneruskan kata-katanya, dia terus melantunkan kata-kata astaghfirullah aladzim… rabbul arsyil adzim… hasbiyallahu wanikmal wakil… lalu ia pun benar-benar diam, seakan ada rasa penyesalan di dalam dirinya, ia merasa terlalu cepat bertindak karena yang dinasehatinya adalah seoarang gadis yang bejat dan bodoh.

Waktupun berjalan, keadaan menjadi sunyi dan lengang, setelah sepuluh menit sang sopir berteriak; kita telah sampai pada tujuan.bersiaplah untuk turun. Semua pandangan tertuju kepada gadis tadi agar bersiap untuk turun, karena memang dia duduk di dekat pintu, ternyata gadis itu sedang tertidur.

Sang sopir pun menyuruh salah seorang untuk membangunkannya, ketika sedang dicoba untuk dibangunkan semua orang terkejut dan kaget ternyata gadis itu telah pergi menemui Rabbnya. Tergetarlah hati semua penumpang yang ada, semuanya terdiam dan saling pandang.

Seorang gadis yang baru saja menghina Rabbnya dengan mengatakan ini handphone, hubungilah Allah agar menyiapkan untukku sebuah kamar di neraka jahannam, kini telah benar-benar menemui Rabbnya.

Betapa bahagianya….perjaka itu.

Tuesday, September 13th, 2005
Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang pemuda yang bernama Zahid yang berumur 35 tahun namun belum juga menikah. Dia tinggal di Suffah masjid Madinah. Ketika sedang memperkilat pedangnya tiba-tiba Rasulullah SAW datang dan mengucapkan salam. Zahid kaget dan menjawabnya agak gugup.

"Wahai saudaraku Zahid….selama ini engkau sendiri saja," Rasulullah SAW menyapa.

"Allah bersamaku ya Rasulullah," kata Zahid.

"Maksudku kenapa engkau selama ini engkau membujang saja, apakah engkau tidak ingin menikah…," kata Rasulullah SAW.

Zahid menjawab, "Ya Rasulullah, aku ini seorang yang tidak mempunyai pekerjaan tetap dan wajahku jelek, siapa yang mau denganku ya Rasulullah?"

" Asal engkau mau, itu urusan yang mudah!" kata Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah SAW memerintahkan sekretarisnya untuk membuat surat yang isinya adalah melamar kepada wanita yang bernama Zulfah binti Said, anak seorang bangsawan Madinah yang terkenal kaya raya dan terkenal sangat cantik jelita. Akhirnya, surat itu dibawah ke rumah Zahid dan oleh Zahid dibawa kerumah Said. Karena di rumah Said sedang ada tamu, maka Zahid setelah memberikan salam kemudian memberikan surat tersebut dan diterima di depan rumah Said.

"Wahai saudaraku Said, aku membawa surat dari Rasul yang mulia diberikan untukmu saudaraku."

Said menjawab, "Adalah suatu kehormatan buatku."

Lalu surat itu dibuka dan dibacanya. Ketika membaca surat tersebut, Said agak terperanjat karena tradisi Arab perkawinan yang selama ini biasanya seorang bangsawan harus kawin dengan keturunan bangsawan dan yang kaya harus kawin dengan orang kaya, itulah yang dinamakan SEKUFU.

Akhirnya Said bertanya kepada Zahid, "Wahai saudaraku, betulkah surat ini dari Rasulullah?"

Zahid menjawab, "Apakah engkau pernah melihat aku berbohong…."

Dalam suasana yang seperti itu Zulfah datang dan berkata, "Wahai ayah, kenapa sedikit tegang terhadap tamu ini…. bukankah lebih disuruh masuk?"

"Wahai anakku, ini adalah seorang pemuda yang sedang melamar engkau supaya engkau menjadi istrinya," kata ayahnya.

Disaat itulah Zulfah melihat Zahid sambil menangis sejadi-jadinya dan berkata, "Wahai ayah, banyak pemuda yang tampan dan kaya raya semuanya menginginkan aku, aku tak mau ayah…..!" dan Zulfah merasa dirinya terhina.

Maka Said berkata kepada Zahid, "Wahai saudaraku, engkau tahu sendiri anakku tidak mau…bukan aku menghalanginya dan sampaikan kepada Rasulullah bahwa lamaranmu ditolak."

Mendengar nama Rasul disebut ayahnya, Zulfah berhenti menangis dan bertanya kepada ayahnya, "Wahai ayah, mengapa membawa-bawa nama rasul?"

Akhirnya Said berkata, "Ini yang melamarmu adalah perintah Rasulullah."

Maka Zulfah istighfar beberapa kali dan menyesal atas kelancangan perbuatannya itu dan berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah, kenapa sejak tadi ayah berkata bahwa yang melamar ini Rasulullah, kalau begitu segera aku harus dikawinkan dengan pemuda ini. Karena ingat firman Allah dalam Al-Qur’an surat 24 : 51. “Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) diantara mereka ialah ucapan. Kami mendengar, dan kami patuh/taat”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. 24:51)"

Zahid pada hari itu merasa jiwanya melayang ke angkasa dan baru kali ini merasakan bahagia yang tiada tara dan segera pamit pulang. Sampai di masjid ia bersujud syukur. Rasul yang mulia tersenyum melihat gerak-gerik Zahid yang berbeda dari biasanya.

"Bagaimana Zahid?"

"Alhamdulillah diterima ya rasul," jawab Zahid.

"Sudah ada persiapan?"

Zahid menundukkan kepala sambil berkata, "Ya Rasul, kami tidak memiliki apa-apa."

Akhirnya Rasulullah menyuruhnya pergi ke Abu Bakar, Ustman, dan Abdurrahman bi Auf. Setelah mendapatkan uang yang cukup banyak, Zahid pergi ke pasar untuk membeli persiapan perkawinan. Dalam kondisi itulah Rasulullah SAW menyerukan umat Islam untuk menghadapi kaum kafir yang akan menghancurkan Islam.

Ketika Zahid sampai di masjid, dia melihat kaum Muslimin sudah siap-siap dengan perlengkapan senjata, Zahid bertanya, "Ada apa ini?"

Sahabat menjawab, "Wahai Zahid, hari ini orang kafir akan menghancurkan kita, maka apakah engkau tidak mengerti?".

Zahid istighfar beberapa kali sambil berkata, "Wah kalau begitu perlengkapan kawin ini akan aku jual dan akan kubelikan kuda yang terbagus."

Para sahabat menasehatinya, "Wahai Zahid, nanti malam kamu berbulan madu, tetapi engkau hendak berperang?"

Zahid menjawab dengan tegas, "Itu tidak mungkin!"

Lalu Zahid menyitir ayat sebagai berikut, “Jika bapak-bapak, anak-anak, suadara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih baik kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya (dari) berjihad di jalan-Nya. Maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.” (QS. 9:24).

Akhirnya Zahid (Aswad) maju ke medan pertempuran dan mati syahid di jalan Allah.

Rasulullah berkata, "Hari ini Zahid sedang berbulan madu dengan bidadari yang lebih cantik daripada Zulfah."

Lalu Rasulullah membacakan Al-Qur’an surat 3 : 169-170 dan 2:154). “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(QS 3: 169-170).

“Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup, tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2:154).

Pada saat itulah para sahabat meneteskan air mata dan Zulfahpun berkata, "Ya Allah, alangkah bahagianya calon suamiku itu, jika aku tidak bisa mendampinginya di dunia izinkanlah aku mendampinginya di akhirat."

Important for me to remember!!!

Saturday, September 10th, 2005

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang
wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang
serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam
dukacita yang mencekam. Kerudungnya
menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa
hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya.

Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman
mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan
kepedihan yang tengah meruyakhidupnya. Ia
melangkah terseret-seret mendekati kediaman
rumah Nabi Musaa.s. Diketuknya pintu pelan-
pelan sambil mengucapkan uluk salam. Maka
terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”.
Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil
kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai
tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah
saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan
mengampuni dosa keji saya.”

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi
Musa a.s. terkejut. “Saya takut
mengatakannya.”jawab wanita
cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak
Nabi Musa.

Maka perempuan itupun terpatah
bercerita, “Saya… telah berzina.” Kepala Nabi
Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu
meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun… lantas
hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya…
cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu
seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa
berapi-api matanya. Dengan muka berang ia
mengherdik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari
sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam
rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak
Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan
kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit
dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar
dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya
amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi
hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa
kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja
sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain
bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa
besar dosanya, betapa jahat perbuatannya; Ia
tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril
turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin
Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak
seorang wanita yang hendak bertaubat dari
dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih
besar daripadanya?”

Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih
besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh
itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin
tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa
yang lebih besar daripada perempuan yang nista
itu?” “Ada!” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa
apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.”Orang
yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan
tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar
dari pada seribu kali berzina”

Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian
memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali
kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk
untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk
perempuan tersebut.Nabi Musa menyadari, orang
yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja
dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti
berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib
dan tidak perlu atas dirinya.

Berarti ia seakan-akan menganggap remeh
perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap
Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan
memerintah hamba-Nya.

Sedang orang yang bertobat dan menyesali
dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih
mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa
Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya.
Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima
kedatangannya. (Dikutip dari buku 30 kisah
teladan - KH Abdurrahman Arroisy)

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang
meninggalkan sholat lebih besar dosanya
dibanding dengan orang yang membakar 70 buah
Al-Qur’an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh
dengan ibunya di dalam Ka’bah. Dalam hadis
yang lain disebutkan bahwa orang yang
meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu,
kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa
dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub
adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari
360 hari, sedangkan satu hari diakherat
perbandingannya adalah seribu tahun di dunia.

Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina
dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi
pegajaran bagi kita dan timbul niat untuk
melaksanakan kewajiban sholat dengan
istiqomah. Tolong sebarkan kepada saudara-
saudara kita yang belum mengetahui.
Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu allaa
ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubuilaiik.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan
umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh
kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yng
munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.
(QS. Ali Imran 104:105) “Qul, Amantu bil-Lahi,
tsumnas-taqim” Katakanlah! Aku percaya kepada
Allah dan kemudian pegang teguhlah pendirian
itu.

Tak tentu ruduuuuu……..

Thursday, September 8th, 2005

Hikss…. 2 hari 2 malam ngerjakan mrtg-rrd buat OpenBSD-PF di server.

Mana jerawat nambah aja terus, ini akibat bokep nih. Aq plg ga bisa liat video/gambar bokep, pasti tumbuh jerawat. Ugh… dah agh, lg malas posting. Sibuk!! hihi…. sibuk gak karuan, skripsi blom kelar, SKS masih ada, blon lagi nyari duit. Pusing … euiii

LOVING YOU’S A DIRTY JOB BUT SOMEBODY’S GOTTA DO IT

Friday, September 2nd, 2005

Girl:
When the sky is falling and you’re looking round for somewhere to hide
Did you ever call out to someone
Did you ever call out to me, I’ve never been gone-
I’ve been right here by your side
There ain’t nothin’ but clouds
There ain’t nothin’ but clouds in your eyes

Why don’t you believe it when you finally found the truth
Youve been drinking poison water from the fountain of youth
Why don’t you stop tearing up everyone you need the most
You’re so busy trying to get even
You never even try to get close

I can’t explain it away
It doesn’t make any sense
To know what it’s like
I guess you gotta go through it
It doesn’t matter baby
Loving you’s a dirty job
But somebody’s gotta do it

Boy:
There were times when we’d never fake it
There were times when we’d always make it
There were times when we’d take it to the limit
And we’d never, never, ever leave each other alone
We were flesh and blood and bone
There were times we had it all
There were times we had it all

(Alt/ Same)
Both:
There were times when we took our chances
There were times we were damn good dancers
There were times when we heard all the answers
In the beating of the drummer and the riches of the rock and the roll
I can see right through your soul
There were times we had it all
There were times we had it all

Boy:
If your fears could only be forgotten
We could pull all of the barriers down
Would you follow your dreams’ desire
Would you follow your secret dreams and forbidden fire
Let’s just peel out of this town

Both:
It’s been nothing but dreams
It’s been nothing but dreams until now

Boy:
You’re never gonna see it
Both:
You got your head stuck in the sand
Boy:
It’s the land of the free and easy Street
Girl:
It’s the home of the damned
Boy:
You’re never gonna see it
Both:
You better open up your eyes
Girl:
You’re the only one who’s left-
Both:
Who’s gonna believe all your lies

Boy:
I can’t explain it away
It doesn’t make any sense
Both:
To know what it’s like
I guess you gotta go through it
It doesn’t matter baby
Girl:
Loving you’s a dirty job
But somebody’s gotta do it

Boy:
There were times when our bodies glistened
There were times that we can’t stop missing
There were times that we’d lay in bed and listen
Both:
To the pounding, pounding chorus of our desperate hearts
Nothing could have torn us apart
There were times we had it all
There were times we had it all

Girl:
There were times when we fought like tigers
There were times we were damn good liars
Boy:
There were times we extinguished every fire
Both:
That was burning, burning, burning up each other alive
From the heavens on down to the dives
There were times we lost it all we lost it all
There were times we lost it all we lost it all

There were times when we fought like tigers
There were times we were damn good liars

Both:
There were times when our bodies glistened
There were times that we can’t stop missing
There were times that we’d lay in bed and listen
To the pounding, pounding chorus of our desperate hearts
Nothing could have torn us apart
There were times we had it all
There were times we had it all

Bonnie Tyler

Important to remember!!!

Friday, September 2nd, 2005

lahGag perlu…. merasa kecewa atau merasa kehilangan atas sesuatu yg blum pernah kamu miliki……..

Gag perlu… menyesal atas apa yg telah kamu pilih. Penyelasan gag semestinya ada, namun yang ada hanyalah perhargaan abadi atas pilihan yang telah kamu jalani.

Do’a Yang Indah

Thursday, September 1st, 2005

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyingkirkan penderitaanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Itu bukan untuk Kusingkirkan, tetapi agar kau mengalahkannya.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menyempurnakan kecacatanku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Jiwa adalah sempurna, badan hanyalah sementara.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menghadiahkanku kesabaran.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kesabaran adalah hasil dari kesulitan; itu tidak dihadiahkan,itu dipelajari.

Aku meminta kepada Tuhan untuk memberiku kebahagiaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Aku memberimu berkat, kebahagiaan adalah tergantung padamu.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menjauhkan penderitaan.
Tuhan menjawab, Tidak.
Penderitaan menjauhkanmu dari perhatian dunia dan membawamu pendekat padaKU.

Aku meminta kepada Tuhan untuk menumbuhkan rohku.
Tuhan menjawab, Tidak.
Kau harus menumbuhkannya sendiri, tetapi Aku akan memangkas untuk membuatmu berbuah.

Aku meminta kepada Tuhan segala hal sehingga aku dapat menikmati hidup.
Tuhan menjawab, Tidak.
Aku akan memberimu hidup, sehingga kau dapat menikmati segala hal.

Aku meminta kepada Tuhan membantuku mengasihi orang lain, seperti Ia mengasihiku.
Tuhan menjawab Ahhh, akhirnya kau mengerti.

HARI INI ADALAH MILIKMU JANGAN SIA-SIAKAN

Bagi dunia kau mungkin hanyalah seseorang,
Tetapi bagi seseorang kau mungkin adalah dunianya.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?

Thursday, September 1st, 2005

1. “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)”. (An Nuur : 26)
Bila ingin mendapatkan jodoh yang baik, maka perbaikilah diri. Hiduplah sesuai ajaran Islam dan Sunnah Nabi-Nya. Jadilah laki-laki yang sholeh, jadilah wanita yang sholehah. Semoga Allah memberikan hanya yang baik buat kita. Amin.

2. “Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui”. (An Nuur: 32)

Sebagian para pemuda ada yang merasa bingung dan bimbang ketika akan menikah. Salah satu sebabnya adalah karena belum punya pekerjaan. Dan anehnya ketika para pemuda telah mempunyai pekerjaan pun tetap ada perasaan bimbang juga. Sebagian mereka tetap ragu dengan besaran rupiah yang mereka dapatkan dari gajinya. Dalam pikiran mereka terbesit, “apa cukup untuk berkeluarga dengan gaji sekian?”.

Ayat tersebut merupakan jawaban buat mereka yang ragu untuk melangkah ke jenjang pernikahan karena alasan ekonomi. Yang perlu ditekankan kepada para pemuda dalam masalah ini adalah kesanggupan untuk memberi nafkah, dan terus bekerja mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarga. Bukan besaran rupiah yang sekarang mereka dapatkan. Nantinya Allah akan menolong mereka yang menikah. Allah Maha Adil, bila tanggung jawab para pemuda bertambah – dengan kewajiban menafkahi istri-istri dan anak-anaknya, maka Allah akan memberikan rejeki yang lebih. Tidakkah kita lihat kenyataan di masyarakat, banyak mereka yang semula miskin tidak punya apa-apa ketika menikah, kemudian Allah memberinya rejeki yang berlimpah dan mencukupkan kebutuhannya?

3. “Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya”. (HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160) [1]

Bagi siapa saja yang menikah dengan niat menjaga kesucian dirinya, maka berhak mendapatkan pertolongan dari Allah berdasarkan penegasan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits ini. Dan pertolongan Allah itu pasti datang.

4. “Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir”. (Ar Ruum : 21)

5. “Dan Tuhanmu berfirman : ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina’ ”. (Al Mu’min : 60)

Ini juga janji Allah ‘Azza wa Jalla, bila kita berdoa kepada Allah niscaya akan diperkenankan-Nya. Termasuk di dalamnya ketika kita berdoa memohon diberikan pendamping hidup yang agamanya baik, cantik, penurut, dan seterusnya.

Dalam berdoa perhatikan adab dan sebab terkabulnya doa. Diantaranya adalah ikhlash, bersungguh-sungguh, merendahkan diri, menghadap kiblat, mengangkat kedua tangan, dll. [2]

Perhatikan juga waktu-waktu yang mustajab dalam berdoa. Diantaranya adalah berdoa pada waktu sepertiga malam yang terakhir dimana Allah ‘Azza wa Jalla turun ke langit dunia [3], pada waktu antara adzan dan iqamah, pada waktu turun hujan, dll. [4]

Perhatikan juga penghalang terkabulnya doa. Diantaranya adalah makan dan minum dari yang haram, juga makan, minum dan berpakaian dari usaha yang haram, melakukan apa yang diharamkan Allah, dan lain-lain. [5]

Manfaat lain dari berdoa berarti kita meyakini keberadaan Allah, mengakui bahwa Allah itu tempat meminta, mengakui bahwa Allah Maha Kaya, mengakui bahwa Allah Maha Mendengar, dst.

Sebagian orang ketika jodohnya tidak kunjung datang maka mereka pergi ke dukun-dukun berharap agar jodohnya lancar. Sebagian orang ada juga yang menggunakan guna-guna. Cara-cara seperti ini jelas dilarang oleh Islam. Perhatikan hadits-hadits berikut yang merupakan peringatan keras dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barang siapa yang mendatangi peramal / dukun, lalu ia menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima shalatnya selama empat puluh malam”. (Hadits shahih riwayat Muslim (7/37) dan Ahmad). [6]

Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Maka janganlah kamu mendatangi dukun-dukun itu.” (Shahih riwayat Muslim juz 7 hal. 35). [7]

Telah bersabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya jampi-jampi (mantera) dan jimat-jimat dan guna-guna (pelet) itu adalah (hukumnya) syirik.” (Hadits shahih riwayat Abu Dawud (no. 3883), Ibnu Majah (no. 3530), Ahmad dan Hakim). [8]

6. ”Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat”. (Al Baqarah : 153)
Mintalah tolong kepada Allah dengan sabar dan shalat. Tentunya agar datang pertolongan Allah, maka kita juga harus bersabar sesuai dengan Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Juga harus shalat sesuai Sunnahnya dan terbebas dari bid’ah-bid’ah.

7. “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”. (Alam Nasyrah : 5 – 6)
Ini juga janji Allah. Mungkin terasa bagi kita jodoh yang dinanti tidak kunjung datang. Segalanya terasa sulit. Tetapi kita harus tetap berbaik sangka kepada Allah dan yakinlah bahwa sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Allah sendiri yang menegaskan dua kali dalam Surat Alam Nasyrah.

8. “Hai orang-orang yang beriman jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”. (Muhammad : 7)
Agar Allah Tabaraka wa Ta’ala menolong kita, maka kita tolong agama Allah. Baik dengan berinfak di jalan-Nya, membantu penyebaran dakwah Islam dengan penyebaran buletin atau buku-buku Islam, membantu penyelenggaraan pengajian, dll. Dengan itu semoga Allah menolong kita.

9. “Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa”. (Al Hajj : 40)

10. “Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (Al Baqarah : 214)

Itulah janji Allah. Dan Allah tidak akan menyalahi janjinya. Kalaupun Allah tidak / belum mengabulkan doa kita, tentu ada hikmah dan kasih sayang Allah yang lebih besar buat kita. Kita harus berbaik sangka kepada Allah. Inilah keyakinan yang harus ada pada setiap muslim.

Jadi, kenapa ragu dengan janji Allah?